28 Juni 2010

Metode Black Campaign Yang Masih Digunakan Dalam Dunia Iklan Online

1. Serangan Terbuka.

Pada metode ini sepertinya mudah kita kenali, kompetitor memulai melancarkan black campaign dengan mencoba menyajikan sisi negatif lawannya dan dilebih-lebihkan dengan fakta yang tidak jelas kebenarannya. Jadi disini kita musti mengamati mana yg “Facts or Fiction” alias mana yang fakta mana yang fiksi. Mengenalinya kadang bisa menjadi pekerjaan yang sulit, apalagi kalau si pelancar kampanye sudah kawakan, jadi kata2x yang disusunnya sangatlah kamuflatif.

2. Serangan Sporadis.

Nah pada tipe ini si pelancar kampanye telah melihat adanya topik pada suatu website /blog yang mungkin dapat dimanfaatkan untuk melakukan pasang iklan yang berbau black campaign. Serangannya jarang-jarang, dia hanya menunggu saat yang tepat dimana ada opini yang dapat menjadi jalan pembukanya barulah dia mulai melancarkan black campaign, jika pembahasan mulai mereda, dia akan menghilang sementara.

3. Harakiri

Hehe saya ambil istilah ini dari Bangsa Jepang, secara umum harakiri berarti aksi bunuh diri demi memenangkan suatu pertempuran. Nah dalam black campaign yg dimaksud harakiri adalah sipelancar kampanye mejelek - jelekkan produk / muatan kampanyenya sendiri dengan mengatasnamakan pesaingnya namun dengan penjelasan yang sangat jelas sekali tidak masuk akal sehingga diharapkan para pembacanya menjadi bersimpati / kesal terhadap si pelancar kampanye palsu ini. Tentu saja si pelancar kampanye palsu ini yang membawa nama pesaingnya mendapat citra buruk karena banyak pembaca yang mengira bahwa telah terjadi aksi black campaign.

Sumber : indonesiancommunity.multiply.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia1. Serangan Terbuka.

Pada metode ini sepertinya mudah kita kenali, kompetitor memulai melancarkan black campaign dengan mencoba menyajikan sisi negatif lawannya dan dilebih-lebihkan dengan fakta yang tidak jelas kebenarannya. Jadi disini kita musti mengamati mana yg “Facts or Fiction” alias mana yang fakta mana yang fiksi. Mengenalinya kadang bisa menjadi pekerjaan yang sulit, apalagi kalau si pelancar kampanye sudah kawakan, jadi kata2x yang disusunnya sangatlah kamuflatif.

2. Serangan Sporadis.

Nah pada tipe ini si pelancar kampanye telah melihat adanya topik pada suatu website /blog yang mungkin dapat dimanfaatkan untuk melakukan pasang iklan yang berbau black campaign. Serangannya jarang-jarang, dia hanya menunggu saat yang tepat dimana ada opini yang dapat menjadi jalan pembukanya barulah dia mulai melancarkan black campaign, jika pembahasan mulai mereda, dia akan menghilang sementara.

3. Harakiri

Hehe saya ambil istilah ini dari Bangsa Jepang, secara umum harakiri berarti aksi bunuh diri demi memenangkan suatu pertempuran. Nah dalam black campaign yg dimaksud harakiri adalah sipelancar kampanye mejelek - jelekkan produk / muatan kampanyenya sendiri dengan mengatasnamakan pesaingnya namun dengan penjelasan yang sangat jelas sekali tidak masuk akal sehingga diharapkan para pembacanya menjadi bersimpati / kesal terhadap si pelancar kampanye palsu ini. Tentu saja si pelancar kampanye palsu ini yang membawa nama pesaingnya mendapat citra buruk karena banyak pembaca yang mengira bahwa telah terjadi aksi black campaign.

Sumber : indonesiancommunity.multiply.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar