25 Agustus 2011

Cara Ibu-ibu Memanfaatkan Limbah Sampah Dengan Seni Kerajinan Tanga

PERNAHKAH kita berpikir, diperlukan 240 tahun bagi mikroorganime untuk mengurai sampah plastik hingga aman bagi lingkungan. Sampah plastik pun menjadi persoalan global. Ketimbang lama menunggu penanganan permasalahan sampah plastik, ibu-ibu dari Kampung Dadap, Kelurahan Rawabuntu, Tangerang Selatan memilih melakukan aksi nyata. Di tangan para ibu tersebut, sampah plastik dapat disulap menjadi aneka kerajinan tangan yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi

Sementara itu limbah plastik yang digunakan pun mudah ditemukan, seperti plastik bekas kemasan kopi, susu, deterjen dan lainnya. Dari limbah tersebut warga bisa menghasilkan kerajinan tangan yang menarik dan bernilai tinggi. Dompet, tas, tempat CD, payung, jas hujan, tempat tissue, tas laptop dan ponsel adalah sebagian dari karya mereka. Pelatihan kerajinan tangan dari plastik ini pun mendapat respon positif dari warga sekitar. “Meski hasil kerajinannya ini mudah didapatkan, tetapi bisa menjadi salah satu alternatif usaha pemanfaatan limbah warga

Jenis kegiatan seperti ini memang masih seumur jagung sehingga hasilnya pun belum bisa dipasarkan secara luas. Warga baru bisa memanfaatkan hasil kerajinan tangannya untuk dipakai sendiri. Diharapkan kerajinan tangan ini nantinya mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.

Info terkait - kerajinan tangan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar