22 Maret 2011

Tes Genetik Membatu Program Diet Anda


Program Diet - Berat badan tidak juga turun meskipun sudah mengonsumsi makanan rendah lemak? Mungkin Anda membutuhkan tes genetik untuk menentukan program diet seperti apa yg ideal dan berhasil.

Sebuah studi kecil dgn melibatkan sekitar 140 wanita yg memiliki kelebihan berat badan atau obesitas menunjukkan bahwa mereka yg melakukan diet sesuai genetiknya lebih berhasil menurunkan berat badan dibanding dgn yg dietnya tidak sesuai. Hasil studi ini telah dilaporkan oleh peneliti dalam pertemuan American Heart Association.

"Menggunakan informasi genetik akan lebih potensial dalam hal penurunan berat badan serta membantu memecahkan permasalahan obesitas yg semakin tinggi dalam masyarakat," ujar Christopher Gardner dari Stanford University di California, seperti dikutip dari Reuters.

Dalam penelitian ini akan dicari tiga gen yg mengalami mutasi yaitu FABP2, PPARG dan ADRB2. Tiga mutasi gen ini menunjukkan seseorang yg merespons baik makanan rendah lemak, diet rendah karbohidrat atau diet untuk keduanya yaitu lemak dan karbohidrat.

Peneliti memilih secara acak salah satu pola diet terhadap 140 wanita, lalu tim peneliti melakukan tes DNA dgn menggunakan kapas pipi untuk melihat apakah mereka tersebut sudah mendapatkan pola diet yg sesuai atau tidak.

Setelah lebih dari setahun, wanita yg melakukan program diet sesuai dgn genetiknya berhasil menurunkan berat badan sebesar 5,3 persen. Sedangkan yg pola dietnya tidak sesuai hanya berhasil menurunkan berat badannya sebesar 2,3 persen. Tes yg dilakukan ini untuk mencari gen apa yg dapat mempengaruhi metabolismenya.

"Salah satu variasi gen dapat mempengaruhi penyerapan lemak di usus. Orang dgn mutasi gen tertentu dapat menyerap lebih banyak lemak dari makanannya, sehingga harus mengurangi asupan lemak jika ingin melakukan program diet," ujar Ken Kornman, kepala petugas ilmiah Interleukin.

Kornman menambahkan ada variasi gen lainnya yg menentukan respons terhadap insulin, tubuh memproduksi insulin untuk mengolah gula yg nantinya akan mempengaruhi penyerapan karbohidrat. Pada gen tertentu, karbohidrat sederhana seperti gula dan tepung akan menyimpan lebih banyak energi dalam bentuk lemak.

"Sekitar 16 persen dari wanita tersebut memiliki dua mutasi yg membuatnya harus menjaga asupan lemak dan karbohidrat," ungkap Kornman.

Penelitian selanjutnya akan dilakukan untuk mengetahui apakah program diet yg sesuai dgn genetik ini juga bisa mempengaruhi rasa kenyg seseorang atau tidak.

Sumber: wolipop.com

Temukan Info Lain Seputar Program Diet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar