06 Juli 2010

Modifikasi Dub Style

Dari sejarahnya sendiri, modifikasi mobil konsep dub style (bling-bling) sudah dikenal sejak era 60-an. Begitu ngetren, terlebih pada mobil-mobil Amerika yang bertubuh bongsor dan sangat kental dengan gaya urban Amerika. Ciri-cirinya pun mudah dikenali; mewah, sound SPL, bersuspensi rendah, pelek chrome dan mengusung ring 20–24 yang dibalut ban berprofil tipis. Sedangkan untuk warna bodi, ia mengatakan pada umumnya dub style selalu didominasi warna hitam, bunglon atau putih.

Mengenai perkembangannya, dub style ini unik, karena yang mempopularkannya justru kaum urban asal Mexico dan kalangan negro. Malah, rapper kondang ‘Xzibit’ (pembawa acara Pimp My Ride) tak bosan-bosannya mengulas dub style pada acara reality show-nya. “Sama juga, meski Medan lagi demam JDM (Japan Domestic Market). Tapi, tetap saja banyak yang memodifikasi mobilnya dengan aliran dub style,” terang Aliong, pemilik rumah modifikasi NX.

Meski popular di Amerika, bukan berarti modifikasi aliran dub ‘haram’ bila diaplikasikan pada mobil keluaran Jepang. Seperti yang dilakukan Rendy Siregar saat memodifikasi Mitsubishi Strada Triton-nya. Alasan utama bukan gatal tangan, tapi ia memang tak mau diam saja saat melihat mobilnya tampil standar. Karena berkeinginan memiliki mobil berpenampilan beda, modifikasi pun dilakukannya meski tidak terpaku pada konsep-konsep yang menyulitkan.

Fanatisme bisa muncul kapan dan di mana saja, termasuk di dunia modifikasi mobil. Sama juga halnya dengan Chandra yang kesengsem dengan aliran modifikasi dub style. Fanatisme yang dimiliknya sangat kuat, sehingga barang-barang yang akan diaplikasikan pun sejalan dengan aliran modifikasi yang dianutnya. Mulai dari perangkat audio seperti subwoofer, power, capacitor bank maupun xover menjadi isi ruang kabin mobiln

Sumber : aplausthelifestyle.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar