18 Maret 2010

Menyiasati Rias Wajah dengan Feng Shui



Dalam kepercayaan Cina, feng shui dikenal sebagai kebiasaan tata letak dan tata atur yang berkaitan dengan ruang untuk menciptakan keselarasan dengan lingkungan. Di tangan penata Rias Wajah, Chenny Han, soal memulas, melukis, dan mendandani wajah pun bisa disesuaikan dengan feng shui.

Karena itu, pada awal Maret ini Chenny meluncurkan tiga buku secara bersamaan yang mengulas seluk-beluk dari A sampai Z soal trik atau upaya untuk menyiasati rias wajah yang disesuaikan dengan aura dan feng shui. Ketiga buku tersebut adalah Make-Up Mata Sesuai Aura dan Feng Shui, Make-Up Alis Sesuai Aura dan Feng Shui, dan yang terakhir berjudul Make-Up Bibir Sesuai Aura dan Feng Shui.

"Ada anggapan mendasar yang diyakini orang Cina hingga kini tentang pakem feng shui dan aura sangat berperan penting dalam kesuksesan, keberhasilan, serta peruntungan seseorang. Feng shui memiliki keseimbangan di dalam badan di luar diri seseorang," ujar Chenny, yang menganggap wajah seseorang seperti sebuah ruang yang memiliki feng shui dan aura. Untuk menulis ketiga seri buku tersebut, ia dibantu oleh Muara Bagja.

Chenny menekuni profesinya sebagai penata Rias Wajah dan rambut selama seperempat abad. Selama menekuni profesi ini, ia menyerap pengalaman yang luar biasa. Bak seorang dokter bedah, ia mendapati para pelanggan atau mereka yang dirias memiliki aneka bentuk wajah.

Misalnya, seorang beralis tebal punya kesan galak, lalu bentuk mata turun menandakan orang yang sedih, kemudian bentuk bibir bagian bawah tebal melambangkan tipe orang yang suka mencibir.

"Pokoknya seru sekali, sungguh Tuhan Maha Segalanya menciptakan bentuk wajah yang beragam. Tapi dengan trik yang saya ulas di buku ini, semoga menjadi petunjuk dan membantu meningkatkan rasa percaya diri untuk menutupi kekurangannya."

Pada feng shui dan aura, bibir berkaitan erat dengan kemampuan komunikasi serta menjaga hubungan baik, bisnis, pertemanan, dan asmara. "Pada kasus yang saya jumpai, bentuk bibir kurang sempurna sering menimbulkan kesan negatif yang mempengaruhi karakter diri seseorang," ucap Chenny.

Memang, ulasan, kupasan, trik, tip, dan berbagi petunjuk soal merias wajah bukanlah hal baru. Pada 2003, perias Gusnaldi pernah menerbitkan buku The Power of Make-Up. Kemudian Adiyanto meluncurkan buku The Make Over Rahasia Rias Wajah Sempurna, serta Wawa Sugimurwati dengan buku Let Make-Up dan Miracle Make-Up pada 2008.

Wawa menjelaskan, buku Let Make-Up mengulas ilmu dasar sebelum merias wajah, seperti penentuan bentuk muka, harmoni warna, termasuk siasat bagi mereka yang memiliki wajah bermasalah. Adapun Miracle Make-Up berisi tentang petunjuk menata rias berdasarkan tema, usia, dan trik serta tip kecantikan ala bintang.

Lebih jauh, Wawa, yang memiliki salon Sugi, menjelaskan, kehadiran buku-buku yang ditulis oleh para ahli atau pakar perias wajah untuk umum merupakan langkah positif. Dia sepakat dengan upaya Chenny, yang berbagi kemampuan melalui pengalamannya untuk memberikan rahasia atau berbagi tip dan trik kecantikan bagi masyarakat awam lewat buku.

Itu menjadi cara menarik dan tepat demi mendekatkan dunia kecantikan, bukan lagi sebagai kebutuhan, melainkan gaya hidup. "Semakin banyak ilmu yang ditularkan, kami tentu akan membantu masyarakat lebih pintar dan peduli soal kecantikan, bukan semata hasil, melainkan proses," ujar Wawa.

tempointeraktif.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar