08 September 2009

Tato Memiliki Dampak Buruk Bagi Kulit

Tidak hanya kaum laki-laki, para perempuan pun marak memasang tato dengan berbagai alas an di berbagai tattoos places. Anda berniat memasang tato juga? Sebelum memutuskan, ada baiknya melihat efeknya terlebih dahulu. Pasalnya, menurut pakar dermatologi, tato juga bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari alergi hingga infeksi hepatitis. Berikut beberapa fakta seputar tato sebagai bahan pertimbangan Anda dalam menentukan pilihan

Apa manfaat tato? Pada dasarnya, ada dua alasan utama mengapa orang membuat tato, untuk menggambarkan kepribadian dan keunikan atau menunjukkan keanggotaan dari suatu kelompok. Apakah Anda perlu membuat tato juga? Menurut pakar dermatologi Jonette Keri , MD , PhD., Anda tidak memerlukan tato.


Risiko pembuatan tato
Tato amatir

Jenis ini biasanya dibuat secara pribadi atau oleh teman dengan menusukkan tinta, arang kayu, atau debu ke bawah kulit dengan menggunakan peniti. Biasanya, karena dilakukan pada lingkungan yang kurang bersih dan dengan pigmen yang tidak standar, risiko infeksinya juga lebih besar.


Infeksi


Apapun jenis tato yang Anda gunakan, semuanya memiliki risiko. Risiko yang paling serius adalah infeksi yang bersifat mengancam kehidupan seperti HIV atau hepatitis C. Infeksi ini berasal dari jarum yang tidak bersih. Selain itu, bisa juga menimbulkan infeksi yang memicu penyakit kulit.


Reaksi alergi


Selain infeksi, tato juga bisa menimbulkan alergi akibat pigmen yang digunakan, khususnya pigmen merah. Di samping itu, bisa juga menimbulkan reaksi peradangan dan luka pada jaringan sebagai reaksi terhadap pewarna atau komponen besi yang dimasukkan ke dalam kulit. Kadang-kadang juga bisa menyebabkan dermatitis. Walaupun telah diberi
cream massage yang “katanya” menjinakkan alergi kulit.


Tato yang bersifat sementara juga berisiko


Pembuatan tato dengan henna merupakan alternatif dari tato permanen. Akan tetapi, bukan berarti tato ini bebas dari reaksi alergi. Jika hendak menggunakan henna, pastikan Anda tidak menggunan henna hitam atau biru. Warna hitam seringkali nerasal dari aspal cair yang bisa memicu reaksi alergi kronis. Pada dasarnya, henna dari tumbuhan hanya diterima oleh FDA untuk mewarnai rambut, bukan untuk menghias kulit.


Risiko pengangkatan tato
Reaksi alergi

Laser akan memecah pigmen tato dan meningkatkan risiko alergi. Teknik laser biasanya menimbulkan bekas lepuhan. Tapi, bekas lepuhan ini akan membaik seiring dengan perawatan selanjutnya.


Bekas luka


Tidak semua tato bisa diangkat dengan sempurna. Pemindahan tato dengan laser seringkali menimbulkan goresan bekas luka. Begitu juga dengan pengangkatan tato secara manual baik menggunakan setrika, pisau atau bahkan menggunakan batu semacam batu landak/
bezoar stone yang agak kasar lalu menggosokkan ke bagian tubuh yang bertato.


www.mediaindonesia.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar